Kenali Penyakit Kaki Gajah yang Bisa Menyebabkan Cacat Permanen

Kenali Penyakit Kaki Gajah yang Bisa Menyebabkan Cacat Permanen

Warga Malaka Diminta Minum Obat Pencegahan Kaki Gajah Secara Gratis di  Puskesmas | Pemerintahan Daerah

Kenali Penyakit Kaki Gajah yang Bisa Menyebabkan Cacat Permanen – Penyakit adalah kondisi abnormal tertentu yang secara negatif memengaruhi struktur atau fungsi sebagian atau seluruh tubuh suatu makhluk hidup, dan bukan di akibatkan oleh cedera eksternal apa pun. Penyakit ini juga di kenal sebagai kondisi medis. Yang berhubungan dengan gejala dan tanda klinis tertentu.

Suatu penyakit dapat di sebabkan oleh faktor-faktor eksternal seperti patogen atau oleh disfungsi internal. Sebagai contoh, disfungsi internal sistem imun dapat menghasilkan berbagai penyakit yang berbeda. Di antaranya berbagai bentuk defisiensi imun, hipersensitivitas, alergi, dan penyakit autoimun.

Penyakit kaki gajah atau filariasis limfatik (umum di sebut filariasis) juga di kenal sebagai lymphatic filariasis atau elephantiasis, adalah penyakit tropis terabaikan yang di sebabkan oleh cacing parasit yang di sebarkan oleh nyamuk.

Walaupun kebanyakan orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala apa pun, tetapi infeksi ini bisa menyebabkan pembengkakan yang menyakitkan, terutama pada anggota tubuh, yang bisa menyebabkan kecacatan permanen.

Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), di perkirakan bahwa 120 juta orang di dunia terdampak penyakit kaki gajah, kebanyakan di area termiskin di Afrika, Asia, dan Amerika Selatan.

Prevalensi penyakit kaki gajah di Indonesia sejak tahun 1970 berhasil di turunkan. Pada tahun 1980, prevalensi mikrofilaria (larva cacing filaria) yaitu 18,5 persen dan tahun 2014 telah turun menjadi 4,7 persen.

1. Apa itu penyakit kaki gajah?
Masih Ada di Indonesia, 6 Fakta Kaki Gajah yang Harus Diwaspadai

Penyakit kaki gajah termasuk dalam neglected desease atau penyakit yang terabaikan, yang merupakan penyakit infeksi bersifat menahun di sebabkan cacing filaria dan di tularkan oleh nyamuk.

Penyakit ini dapat menimbulkan cacat permanen berupa pembesaran kaki, lengan, kantong buah zakar, payudara, dan kelamin perempuan. Ini tentunya akan menghambat produktivitas.

Filariasis adalah penyakit parasit yang di sebabkan oleh cacing mikroskopis seperti benang. Cacing dewasa hanya hidup di sistem getah bening manusia. Sistem getah bening sendiri menjaga keseimbangan tubuh dan melawan infeksi.

2. Tanda dan gejala filariasis limfatik
Masih Ada di Indonesia, 6 Fakta Kaki Gajah yang Harus Diwaspadai

Menurut WHO, infeksi filariasis melibatkan kondisi asimtomatik, akut, dan kronis. Mayoritas infeksi tidak bergejala, tidak menunjukkan tanda-tanda eksternal infeksi yang berkontribusi pada penularan parasit.

Infeksi tanpa gejala ini masih menyebabkan kerusakan pada sistem limfatik dan ginjal serta mengubah sistem kekebalan tubuh. Ketika filariasis berkembang menjadi kondisi kronis, ini dapat menyebabkan limfadema (pembengkakan jaringan) atau kaki gajah (penebalan kulit atau jaringan) pada tungkai dan hidrokel (pembengkakan skrotum).

Dampak pada payudara dan organ genital adalah hal biasa. Cacat tubuh seperti itu sering kali menimbulkan stigma sosial dan kesehatan mental yang kurang optimal, hilangnya peluang memperoleh penghasilan, dan peningkatan biaya pengobatan bagi pasien dan pengasuhnya.

Beban sosial ekonomi dari isolasi dan kemiskinan sangat besar. Episode akut peradangan lokal yang melibatkan kulit, kelenjar getah bening, dan pembuluh limfatik sering menyertai limfadema kronis atau kaki gajah. Beberapa dari episode ini di sebabkan oleh respons imun tubuh terhadap parasit.

Sebagian besar di sebabkan oleh infeksi kulit bakteri sekunder. Di mana pertahanan normal sebagian telah hilang karena kerusakan limfatik yang mendasari. Serangan akut ini melemahkan, dapat berlangsung selama berminggu-minggu dan merupakan penyebab utama hilangnya pendapatan di pada orang-orang yang mengidap penyakit ini.

3. Penyebab dan penularan filariasis limfatik
Masih Ada di Indonesia, 6 Fakta Kaki Gajah yang Harus Diwaspadai

Filariasis limfatik di sebabkan oleh tiga jenis cacing gelang parasit, yaitu:

  •  Wuchereria bancrofti
  •  Brugia malayi
  •  Brugia timori

Menurut WHO, jenis Wuchereria bancrofti menyebabkan 90 persen dari semua kasus penyakit kaki gajah, lalu diikuti dengan jenis Brugia malayi. Menurut Kemenkes, semua spesies tersebut ada di Indonesia, tetapi lebih dari 70 kasus filariasis di Tanah Air disebabkan oleh Brugia malayi.

Cacing dewasa bersarang di pembuluh limfatik dan mengganggu fungsi normal sistem limfatik. Cacing ini dapat hidup selama kurang lebih 6-8 tahun dan selama hidupnya menghasilkan jutaan mikrofilaria (larva yang belum matang) yang bersirkulasi di dalam darah.

Nyamuk terinfeksi mikrofilaria dengan menelan darah saat menggigit inang yang terinfeksi. Mikrofilaria matang menjadi larva infektif di dalam tubuh nyamuk. Ketika nyamuk yang terinfeksi menggigit orang, larva parasit dewasa disimpan di kulit tempat mereka dapat masuk ke tubuh. Larva kemudian bermigrasi ke pembuluh limfatik di mana mereka berkembang menjadi cacing dewasa, sehingga melanjutkan siklus penularan.

Filariasis limfatik ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk seperti nyamuk Culex, tersebar luas di daerah perkotaan dan semi perkotaan, Anopheles, banyak ditemukan di daerah pedesaan, dan Aedes, terutama di pulau-pulau endemik di Pasifik.

4. Faktor risiko penyakit kaki gajah
Masih Ada di Indonesia, 6 Fakta Kaki Gajah yang Harus Diwaspadai

Penyakit kaki gajah bisa dialami siapa saja, usia berapa pun, baik laki-laki maupun perempuan. Penyakit ini lebih umum dilaporkan di negara-negara tropis dan subtropis seperti Afrika, Asia Tenggara, India, dan Amerika Selatan.

Faktor risiko umum untuk penyakit kaki gajah di antaranya:

  • Tinggal dalam waktu lama di area subtropis atau tropis
  • Di tempat dengan paparan nyamuk yang tinggi
  • Tinggal di area dengan kondisi sanitasi yang buruk
5. Pengobatan penyakit kaki gajah dan risiko komplikasi bila tidak mendapat penanganan
Masih Ada di Indonesia, 6 Fakta Kaki Gajah yang Harus Diwaspadai

Orang dengan infeksi aktif dapat meminum obat untuk membunuh cacing dalam darah. Obat-obatan ini menghentikan penyebaran penyakit ke orang lain. Tetapi tidak sepenuhnya membunuh semua parasit.

Obat antiparasit yang mungkin di resepkan meliputi:

  • Diethylcarbamazine (DEC)
  • Ivermectin (Mectizan)
  • Albendazol (Albenza)
  • Doksisiklin

Gejala lain dapat di tangani dengan:

  • Antihistamin
  • Analgesik
  • Antibiotik

Tidak semua penderita filariasis membutuhkan pengobatan. Ini karena mereka mungkin tidak lagi membawa cacing dalam sistem mereka meskipun ada gejala. Pembengkakan dan infeksi kulit dalam kasus ini bisa di kelola dengan:

  • Mencuci lembut kulit yang bengkak dan rusak setiap hari dengan sabun dan air
  • Melembapkan kulit
  • Mengangkat anggota tubuh yang bengkak untuk meningkatkan aliran cairan dan getah bening
  • Disinfeksi luka untuk mencegah infeksi sekunder
  • Olahraga secara teratur untuk mendukung sistem limfatik, sesuai arahan dokter
  • Membungkus anggota badan untuk mencegah pembengkakan lebih lanjut, seperti yang di instruksikan oleh dokter

Pembedahan mungkin di sarankan, walaupun jarang. untuk mengangkat jaringan limfatik yang rusak atau mengurangi tekanan di area tertentu, seperti skrotum. Beberapa penderita kaki gajah mungkin ingin mencari dukungan emosional dan psikologis.

Masih Ada di Indonesia, 6 Fakta Kaki Gajah yang Harus Diwaspadai

Tanpa perawatan medis, parasit bisa hidup bertahun-tahun di dalam sistem limfatik, menyebabkan kerusakan dan kehancuran. Sistem getah bening bertanggung jawab untuk mengangkut kelebihan cairan dan protein dan melawan infeksi.

Cairan menumpuk ketika sistem tersebut tidak berfungsi dengan benar. Akumulasi cairan menyebabkan pembengkakan jaringan dan penurunan fungsi kekebalan tubuh.

Penyakit kaki gajah di kaitkan dengan beberapa komplikasi fisik dan emosional, termasuk:

  • Disabilitas :

    Penyakit ini adalah penyebab utama dari kecacatan permanen di berbagai belahan dunia. Mungkin akan sulit menggerakkan bagian tubuh yang terdampak, membuat bekerja atau melakukan tugas-tugas rumah tangga menjadi lebih sulit.

  • Infeksi sekunder :

    Infeksi jamur dan infeksi bakteri lazim di antara mereka yang menderita kaki gajah. Karena kerusakan pada sistem getah bening.

  • Tekanan emosional :

    Penyakit ini bisa membuat penderitanya khawatir akan penampilan. Yang kemudian bisa memicu terjadinya kecemasan dan depresi.

Itulah fakta medis seputar penyakit kaki gajah atau filariasis. Bila mengalami gejala-gejalanya, atau bila memiliki kondisi ini lalu mengembangkan pembengkakan. Penebalan kulit atau tanda infeksi, segera periksa ke dokter agar mendapat penanganan sesegera mungkin.