Inilah Dampak Bagi Tubuh Jika Mengonsumsi Suplemen Vitamin D

Inilah Dampak Bagi Tubuh Jika Mengonsumsi Suplemen Vitamin D

Minum Suplemen Vitamin Selama Puasa. Pentingkah?

Inilah Dampak Bagi Tubuh Jika Mengonsumsi Suplemen Vitamin D – Vitamin adalah zat atau senyawa organik kompleks yang biasa ditemukan dalam makanan yang berfungsi mengatur proses metabolisme tertentu di dalam tubuh kita. vitamin dapat diperoleh dari makanan, obat maupun suplemen.

Suplemen adalah nutrisi yang digunakan untuk melengkapi makanan, terdiri dari satu atau lebih bahan yang dapat berupa vitamin, mineral, herbal atau tumbuhan, asam amino, serta zat-zat yang digunakan untuk meningkatkan Angka Kecukupan Gizi (AKG).

Selain itu, suplemen juga dapat berupa produk-produk alami berupa herba ataupun bahan alami non tumbuhan, misalnya yang di dapatkan dari hewan.

Tubuh kita membutuhkan vitamin D. Vitamin ini membantu mengatur penyerapan kalsium dan fosfor dalam tulang, membantu sel-sel berkomunikasi satu sama lain, dan membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh. Pemenuhannya bisa dibantu dengan paparan sinar matahari, berapa makanan dan minuman, atau lewat suplemen.

Akan tetapi, apakah asupan tambahan vitamin D lewat suplemen menawarkan manfaat yang lebih besar? Penting untuk mendiskusikan ini dengan dokter mengenai suplemen vitamin D karena kadarnya dalam darah bisa dengan mudah naik ke tingkat berbahaya yang malah bisa berdampak negatif pada kesehatan.

Berikut ini dampak suplementasi vitamin D bagi kesehatan kita, bisa baik bisa pula buruk, lo!

1. Mencegah dan mengurangi depresi
6 Dampak Suplemen Vitamin D bagi Tubuh, Bisa Baik Bisa Buruk

Meskipun suplementasi vitamin D masih membutuhkan penelitian yang lebih banyak dan lebih mendalam, tetapi sudah banyak penelitian mengenai hubungan antara vitamin D dan depresi. Salah satunya, sebuah metaanalisis dalam The British Journal of Psychiatry tahun 2018 menemukan bahwa partisipan studi dengan depresi juga memiliki kadar vitamin D yang rendah.

Analisis yang sama juga menemukan bahwa, secara statistik, orang-orang dengan kadar vitamin D yang rendah lebih berisiko mengalami depresi. Para peneliti percaya bahwa vitamin D penting untuk fungsi otak yang sehat, tingkat nutrisi yang tidak mencukupi dapat berperan dalam depresi dan penyakit mental lainnya. Studi dalam Journal of Chemical Neuroanatomy tahun 2005 mengidentifikasi reseptor vitamin D di area otak yang sama berkaitan dengan depresi.

2. Mendukung sistem imun jadi lebih optimal
6 Dampak Suplemen Vitamin D bagi Tubuh, Bisa Baik Bisa Buruk

Vitamin D di perlukan untuk fungsi sistem kekebalan tubuh yang baik, yang merupakan garda terdepan tubuh terhadap infeksi dan penyakit. Vitamin ini memainkan peran penting dalam meningkatkan respons imun. Ini memiliki sifat antiinflamasi dan imunoregulasi, dan sangat penting untuk aktivasi pertahanan sistem kekebalan tubuh.

Vitamin D di kenal untuk meningkatkan fungsi sel kekebalan, termasuk sel T dan makrofag, yang melindungi tubuh dari patogen. Ini tertuang dalam laporan di jurnal Immunology tahun 2011. Penelitian dalam Journal of Investigative Medicine tahun 2011 menyebut bahwa vitamin D sangat penting untuk fungsi kekebalan tubuh, sehingga kadarnya yang rendah telah di kaitkan dengan peningkatan kerentanan terhadap infeksi, penyakit, dan gangguan terkait kekebalan.

Sebagai contoh, kadar vitamin D yang rendah di kaitkan dengan peningkatan risiko penyakit pernapasan, termasuk tuberkulosis, asma, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), serta infeksi saluran pernapasan akibat virus dan bakteri.

Kekurangan vitamin D telah di kaitkan dengan penurunan fungsi paru-paru, yang dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi pernapasan. Inilah kenapa vitamin D populer di konsumsi saat pandemi COVID-19.

3. Dapat membantu mengontrol tekanan darah?
6 Dampak Suplemen Vitamin D bagi Tubuh, Bisa Baik Bisa Buruk

Sebuah studi tahun 2019 yang diterbitkan dalam Current Protein & Peptide Science menyoroti bahwa kekurangan vitamin D dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular yang terkait dengan hipertensi, dan bahkan kekurangan vitamin D yang singkat dapat meningkatkan tekanan darah yang cukup berdampak negatif pada kesehatan.

Banyak produsen vitamin D yang mengklaim bahwa vitamin tersebut bisa membantu menurunkan tekanan darah. Akan tetapi, jangan langsung percaya. Di katakan bahwa meskipun ada klaim dari industri nutrisi dan tenaga nonmedis tentang kemampuan vitamin D dalam menurunkan tekanan darah. Tetapi tidak ada penelitian ilmiah berkualitas yang bisa mengonfirmasi manfaat ini.

Faktanya, sebuah penelitian yang melibatkan 25.871 peserta yang di terbitkan dalam New England Journal of Medicine tahun 2019 menyimpulkan bahwa vitamin D tidak menghasilkan insiden kardiovaskular yang lebih rendah jika di bandingkan dengan peserta yang di beri plasebo.

4. Untuk takaran normal dapat menjaga kadar kalsium darah
6 Dampak Suplemen Vitamin D bagi Tubuh, Bisa Baik Bisa Buruk

Vitamin D memang memainkan peran integral dalam pengaturan tekanan darah, tetapi ini adalah proses yang rumit. Terlalu banyak asupan vitamin D malah di katakan dapat menyebabkan kelebihan kalsium atau hiperkalsemia. Ini tertuang dalam laporan di jurnal Endocrine Reviews tahun 2016.

Dengan gejala seperti mual dan muntah, kelemahan, kebingungan, dan nyeri otot, hiperkalsemia mungkin tidak terdengar merugikan, namun, penelitian dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism tahun 2011 menyebut, bisa di perlukan waktu berbulan-bulan untuk kadar kalsium bisa berkurang untuk kembali normal.

Secara teori, kadar yang terlalu tinggi berpotensi menyebabkan endapan kalsium berakhir di dinding pembuluh darah. Di katup jantung, dan bahkan di hati dan ginjal. Jadi, baiknya tidak mengonsumsi vitamin D sebagai cara untuk menurunkan tekanan darah. Diskusikan ini dengan dokter.

5. Konsumsi berlebihan bisa memengaruhi vitamin K
6 Dampak Suplemen Vitamin D bagi Tubuh, Bisa Baik Bisa Buruk

Bicara tentang metabolisme kalsium, vitamin D dan K bekerja bersama-sama, keduanya memiliki peran penting. Akan tetapi, ada kekhawatiran bahwa tingginya asupan vitamin D dapat menyebabkan kalsifikasi. Dan penyakit jantung pada orang-orang yang kadar vitamin K dalam tubuhnya rendah.

Selain itu, menurut penelitian dalam Medical Hypotheses tahun 2017, asupan vitamin D yang berlebihan dapat menyebabkan rendahnya kadar vitamin K, vitamin lain yang berperan penting dalam kesehatan tulang. Vitamin K membantu dalam regulasi osteocalcin, hormon yang berperan dalam pengapuran tulang, memungkinkan tulang untuk membangun kekuatan dan kekakuan. Dengan penurunan kadar vitamin K dalam tubuh karena asupan vitamin D yang berlebihan, maka tulang dapat terkena dampak negatif.

6. Masalah pada ginjal
6 Dampak Suplemen Vitamin D bagi Tubuh, Bisa Baik Bisa Buruk

Asupan vitamin D yang berlebihan sering menyebabkan masalah atau cedera pada ginjal. Berdasarkan satu studi kasus dalam Journal of Nephrology tahun 2003, seorang laki-laki di rawat di rumah sakit karena gagal ginjal, peningkatan kadar kalsium darah, dan gejala lain yang terjadi setelah ia menerima suntikan vitamin D yang di resepkan dokternya.

Selain itu, cukup banyak pula penelitian yang telah melaporkan cedera ginjal sedang. Hingga berat pada orang yang mengembangkan toksisitas vitamin D. Dalam satu penelitian pada 62 orang yang menerima suntikan vitamin D dosis tinggi, setiap orang mengalami gagal ginjal–entah mereka memiliki ginjal yang sehat atau sudah punya penyakit ginjal, menurut laporan dalam jurnal Clinical Nephrology tahun 2016.

Demikianlah beberapa dampak yang bisa di alami tubuh saat mengonsumsi suplemen vitamin D. Sebetulnya kebutuhan hariannya bisa tercukupi lewat sinar matahari dan mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung vitamin D. Bila ingin menambahkan asupannya lewat suplemen, amannya konsultasikan dulu ke dokter, ya.