Inilah Daftar Negara yang Sudah Boleh Masuk Ke Arab Saudi

Inilah Daftar Negara yang Sudah Boleh Masuk Ke Arab Saudi

Arab Saudi Tutup Fasilitas Hiburan Hingga Semua Pesta | Republika Online

Inilah Daftar Negara yang Sudah Boleh Masuk Ke Arab Saudi – Arab Saudi adalah sebuah negara Arab di Asia Barat yang mencakup hampir keseluruhan wilayah Semenanjung Arabia. Dengan luas wilayah kira-kira 2150000 km2. Arab Saudi secara geografis merupakan negara terbesar ke lima di Asia dan kedua terbesar di Dunia Arab setelah Aljazair.

Arab Saudi berbatasan langsung dengan Yordania dan Irak ke utara, Kuwait ke timur laut, Qatar, Bahrain, dan Uni Emirat Arab ke timur, Oman ke tenggara, dan Yaman ke selatan. Negara ini terpisah dengan Israel dan Mesir oleh Teluk Aqaba. Negara ini adalah satu-satunya negara yang memiliki dua pesisir penting, yakni Laut Merah dan Teluk Persia, dan sebagian besar wilayah Arab Saudi merupakan gurun pasir.

Arab Saudi telah mencabut pembatasan perjalanan bagi 11 negara. Sebelumnya pembatasan tersebut diberlakukan untuk menekan penyebaran varian baru virus corona (COVID-19). Pembatasan itu dicabut mulai pukul 01.00 pagi pada hari Minggu (30/5/2021).

Menurut Otoritas Kesehatan Masyarakat Arab Saudi (Saudi Public Health Authority/PHA), negara yang masuk dalam daftar itu telah menunjukkan stabilitas dalam menahan COVID-19. Namun, 13 negara lainnya tetap berada dalam “daftar merah” Kementerian Dalam Negeri Saudi, dan tidak mengizinkan penerbangan dari negara-negara tersebut.

1. Daftar negara yang sudah boleh masuk ke Arab Saudi

Adapun negara yang sudah di perbolehkan masuk ke Arab Saudi yakni Uni Emirat Arab (UEA), Jerman, Amerika serikat (AS), Irlandia, Italia, Portugal, Inggris, Swedia, Swiss, Prancis, dan Jepang. Semua negara ini dapat memasuki Kerajaan dengan penerapan peraturan karantina.

Sementara itu, negara-negara yang ada dalam daftar merah yaitu Libya, Suriah, Lebanon, Yaman, Iran, Turki, Armenia, Somalia, Republik Demokratik Kongo, Afghanistan, Venezuela, Belarusia, dan India. Warga negara yang ingin melakukan perjalanan ke negara-negara ini membutuhkan izin sebelumnya.

2. Syarat terbaru masuk Arab Saudi

Otoritas Umum Penerbangan Sipil Saudi telah mengeluarkan instruksi kepada semua maskapai penerbangan yang beroperasi di bandara Kerajaan, terkait pembaruan pembatasan perjalanan bagi pelancong yang tiba di Arab Saudi. Pelancong non-Saudi yang tiba di Kerajaan, pelancong yang di kecualikan, kelompok yang di imunisasi dan tidak di vaksinasi harus memberikan sertifikat kesehatan yang di setujui di Kerajaan.

Sertifikat tersebut berupa sertifikat pemeriksaan virus corona PCR yang di peroleh tidak lebih dari 72 jam dari waktu penerbangan. Aturan ini berlaku untuk semua orang yang berusia 8 tahun ke atas, dan wisatawan yang memenuhi persyaratan karantina institusional untuk jangka waktu tujuh hari di salah satu fasilitas akomodasi yang di setujui oleh Kementerian Pariwisata, dengan ketentuan bahwa tes swab yang di lakukan pada hari keenam menunjukkan hasil negatif.

3. Pembatasan menyulitkan warga masuk Arab Saudi

Selama berbulan-bulan, para pelancong yang berencana kembali ke Arab Saudi telah kesulitan masuk karena adanya pembatasan. Akibatnya, banyak penumpang terdampar di negara lain seperti di UEA, yang menerapkan aturan lebih longgar. Salah satu yang merasakan dampak ini adalah Nagham Hassan.

Warga ekspatriat Suriah (38 tahun) yang tinggal di Saudi itu telah berada di Prancis sejak Januari tahun lalu. Dan belum dapat kembali ke Jeddah karena pembatasan penerbangan dan penguncian yang di berlakukan di kedua negara.

“Orang tua saya pindah ke Arab Saudi lebih dari 40 tahun yang lalu dan negara itu selalu menjadi rumah,” katanya.

“Saya menikah hanya beberapa bulan sebelum pandemi di mulai. Dan mereka berencana mengadakan kumpul-kumpul keluarga besar untuk saya dan suami saya yang orang Prancis,” lanjutnya.

Dia menambahkan, “berita itu (pencabutan larangan) datang sebagai kejutan dan akan sangat menyenangkan bisa kembali ke rumah dan bertemu dengan semua orang lagi. Pandemi merusak banyak hal, tetapi memperkuat hubungan dan akhirnya bagus untuk segera pulang.”