Fakta Terkait Sindrom Putri Duyung yang Menarik untuk Kamu Ketahui

Fakta Terkait Sindrom Putri Duyung yang Menarik untuk Kamu Ketahui

Cari Tahu Tentang Sindrom Mermaid

Fakta Terkait Sindrom Putri Duyung yang Menarik untuk Kamu Ketahui – Mermaid atau biasa di sebut dengan putri duyung selama ini di kenal hanya ada dalam dunia dongeng. Namun, siapa sangka jika bentuk tubuh seperti putri duyung ini ternyata ada di kehidupan nyata. Sirenomelia atau sindrom mermaid merupakan cacat lahir atau kelainan bawaan yang sangat langka, di mana hanya terjadi pada satu dari 100.000 kehamilan. Di perkirakan hanya ada 300 kasus di dunia dan sering kali berakibat fatal pada penderitanya.

Ciri khas sindrom ini adalah kaki pengidap yang menyatu dari paha hingga tumit. Tidak hanya itu, bayi yang lahir dengan sirenomelia ini juga hanya memiliki satu ginjal, serta alat kelaminnya pun menyatu dengan organ usus besar dari pinggang ke bawah. Penyakit langka ini dapat menimbulkan dampak yang sangat serius pada janin karena menyebabkan ginjal dan kandung kemihnya tidak dapat berkembang baik di dalam rahim.

Bila bayi berhasil di lahirkan pun, risiko ia mengalami gagal ginjal dan kandung kemih sangat besar, sehingga hanya sedikit pengidap sindrom mermaid yang dapat bertahan hidup. Tiffany York adalah pengidap sindrom mermaid yang dapat bertahan hidup paling lama. Ia dapat mencapai usia 27 tahun.

Bayi yang lahir dengan sindrom putri duyung cenderung mengalami masalah internal serius yang memengaruhi banyak organ dalam tubuh. Di rangkum dari berbagai sumber, berikut adalah fakta terkait sindrom putri duyung yang menarik untuk di ketahui.

1. Sindrom putri duyung merupakan kelainan bawaan yang sangat langka
Sindrom Putri Duyung: Ketika Bayi Lahir dengan Kaki Menyatu

Istilah sindrom putri duyung mulai di kenal pada abad ke-16 yang kemudian oleh para ilmuwan di beri istilah sirenomelia yang terinspirasi dari makhluk mitologi Yunani bernama Siren. Sindrom putri duyung termasuk kelainan perkembangan bawaan yang di tandai dengan anomali tulang belakang bagian bawah dan tungkai bawah. Malformasi tambahan juga bisa terjadi seperti kelainan sistem urogenital atau sistem genitourinari, kelainan sistem pencernaan, anomali tulang belakang lumbosacral dan panggul, serta agenesis dari satu atau kedua organ ginjal.

Bayi yang mengalami sindrom putri duyung termanifestasi dalam beberapa kondisi, misalnya hanya memiliki satu kaki, tidak memiliki kaki, tidak memiliki tulang ekor, atau tidak memiliki sakrum. Beberapa sumber dalam literatur medis mengklasifikasikan sirenomelia sebagai bentuk paling parah dari sindrom regresi kaudal. Namun, baru-baru ini banyak peneliti telah mengindikasikan sirenomelia sebagai kelainan yang serupa dengan beberapa perbedaan tertentu.

2. Tanda dan gejala sindrom putri duyung
Sindrom Putri Duyung: Ketika Bayi Lahir dengan Kaki Menyatu

Karakteristik utama sindrom putri duyung adalah penyatuan sebagian atau seluruh tungkai bawah yang memungkinkan seorang bayi hanya memiliki satu tulang paha. Tanda dan gejala lain yang diperlihatkan meliputi:

  • Terdapat masalah pada kandung kemih, ginjal, uretra, atau anus
  • Masalah pada pembentukan tulang belakang dan sistem kerangka
  • Kemudian, Masalah pada dinding perut
  • Masalah pada jantung dan paru-paru
  • Tidak berkembangnya alat kelamin (baik internal maupun eksternal) dengan baik
3. Penyebab sindrom putri duyung
Sindrom Putri Duyung: Ketika Bayi Lahir dengan Kaki Menyatu

Dokter menyebutkan terdapat banyak kasus sporadis yang berarti penyebab pastinya tidak diketahui. Kasus ini sering menyebabkan gangguan aliran darah pada embrio, khususnya daerah tungkai bawah. Sampai saat ini dokter belum dapat memutuskan penyebab pasti sindrom putri duyung. Akan tetapi menurut NORD, penyebab sindrom putri duyung bisa terjadi akibat kombinasi dari faktor genetik dan lingkungan.

Beberapa penyebab potensial sindrom putri duyung meliputi:

  • Penyalahgunaan alkohol
  • Ketidakseimbangan asam amino
  • Kekurangan oksigen dalam rahim
  • Paparan racun, termasuk rokok, litium, dan kokain
  • Paparan asam retinoat yang berlebihan
  • Perbedaan dalam gen spesifik yang disebut VAGL1
4. Diagnosis sindrom putri duyung
Sindrom Putri Duyung: Ketika Bayi Lahir dengan Kaki Menyatu

Sindrom putri duyung bisa terdiagnosis sejak bayi masih di dalam kandungan. Proses diagnosis bisa dilakukan sedini mungkin yakni sekitar usia 13 minggu. Saat melakukan proses diagnosis, dokter mungkin akan melakukan USG untuk mengamati kondisi janin dan membantu identifikasi kelainan terkait dengan sindrom putri duyung. Setelah dokter mengidentifikasi kelainan yang terjadi, maka langkah selanjutnya adalah menetapkan pilihan pengobatan yang tepat.

5. Pengobatan dan perawatan sindrom putri duyung
Sindrom Putri Duyung: Ketika Bayi Lahir dengan Kaki Menyatu

Perawatan untuk bayi dengan sindrom putri duyung biasanya melibatkan beberapa dokter spesialis. Dokter spesialis di kerahkan sesuai dengan efek sindrom yang di tunjukkan. Biasanya kondisi ini melibatkan ahli bedah ortopedi yang akan melakukan serangkaian prosedur pemisahan anggota tubuh yang menyatu. Sindrom putri duyung sering kali menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Untuk itu, operasi lain mungkin juga akan di perlukan.

6. Waspada faktor risiko yang bisa menyebabkan sindrom putri duyung
Sindrom Putri Duyung: Ketika Bayi Lahir dengan Kaki Menyatu

Berikut adalah beberapa faktor risiko yang di kaitkan dengan sindrom putri duyung:

  • Ibu hamil yang menderita diabetes
  • Ibu hamil berusia di bawah 20 tahun
  • Paparan teratogen yang dapat meningkatkan kemungkinan kelainan pada saat bayi lahir
  • Faktor genetik
  • Laki-laki lebih berisiko mengalami sindrom ini
  • Kehamilan kembar identik

Sindrom putri duyung adalah kelainan bawaan yang langka, parah, dan sering kali berakibat fatal. Kondisi ini mungkin juga memiliki korelasi terhadap masalah utama dengan organ lain, seperti jantung, paru-paru, ginjal, serta sistem urogenital. Sindrom putri duyung juga dapat memengaruhi tulang belakang dan struktur kerangka. Untuk itu, dokter menekankan pentingnya deteksi dini serta perawatan prenatal secara teratur untuk mengatasi sindrom putri duyung.