Aturan Mahar Uang dalam Agama Islam yang Kamu Wajib Tahu

Aturan Mahar Uang dalam Agama Islam yang Kamu Wajib Tahu

Adakah Aturan Jumlah Mahar Pernikahan dalam Islam? - Cakrawala Rafflesia

Aturan Mahar Uang dalam Agama Islam yang Kamu Wajib Tahu – Menikah adalah salah satu ibadah sunnah yang di anjurkan oleh Rasulullah. Dengan menikah, seseorang akan memulai hidup baru bersama pasangan suami atau istri untuk membangun rumah tangga yang sakinah, mawadah, warohmah. Agar ibadah menjadi sempurna dan sah, ada beberapa hal yang harus di lakukan oleh calon mempelai pengantin untuk memasuki gerbang pernikahan. Salah satunya adalah menyiapkan mahar untuk mempelai wanita.

Mahar atau yang biasa di sebut dengan maskawin merupakan sesuatu yang tidak asing di Indonesia. Karena, mahar adalah bagian wajib dalam pernikahan, yakni pemberian dari mempelai laki-laki kepada mempelai wanita. Mahar juga bisa di sebut shadaq yang artinya benar, jujur, dan tulus. Dalam Islam sendiri, hukum mahar adalah wajib untuk sempurnanya penikahan. Menuju pernikahan, selain mengenal kepribadian calon pasangan, lamaran, serta memenuhi syarat dan rukun menikah, menyiapkan serta memberikan mahar untuk mempelai wanita itu wajib.

Di berikannya mahar guna untuk menunjukkan ketulusan dalam bentuk benda kepada wanita yang akan di nikahinya. Di Indonesia, umumnya mahar yang di gunakan berupa seperangkat alat salat, perhiasan, maupun uang tunai. Lantas, bagaimanakah ketentuan menggunakan uang sebagai mahar pernikahan? Berikut penjelasannya dalam syariat Islam.

1. Besaran atau jumlah mahar pernikahan berupa uang, hukumnya sunah dalam Islam
Bagaimana Ketentuan Mahar Uang dalam Pernikahan di Islam?

Ketentuan mengenai besaran atau jumlah mahar pernikahan sebenarnya memiliki berbagai pendapat dari para ulama. Setidaknya ada tiga pendapat utama mengenai besaran mahar. Abu Tsaur menentukan seberat 500 dirham untuk mahar, sementara Imam Abu Hanifah menetapkan 10 dirham. Sedangkan Mazhab Syafi‘i tidak memberikan batasan terkait jumlah dan bentuk mahar. Adapun satu dirham merupakan mata uang seberat 2,975 gram perak. Sehingga, jumlah 2,975 gram perak ini dapat di konversi ke dalam rupiah sesuai dengan harga perak yang sedang berlaku. Meski tidak ada batasan wajib mengenai jumlah minimal dan maksimal mahar, namun apabila memberi mahar kurang dari 10 dirham akan dianggap terlalu murah dan tidak menghargai wanita. Sedangkan apabila lebih dari 500 dirham maka akan di nilai arogan.

2. Syarat sah barang yang bisa di jadikan mahar
Bagaimana Ketentuan Mahar Uang dalam Pernikahan di Islam?

Termasuk sebagai kewajiban dalam proses pernikahan, mahar tentu tidak bisa di berikan dengan sembarangan. Mahar harus di serahkan dalam kondisi sebaik-baiknya, serta memenuhi syarat sah sebuah mahar. Setidaknya ada empat syarat mahar antara lain memiliki nilai berharga, barangnya suci dan mempunyai manfaat, bukan barang yang tidak jelas keadaannya, serta bukan barang ghasab atau barang milik orang lain yang di gunakan tanpa izin. Dengan demikian, sejatinya mahar tidak harus dalam jumlah besar atau mahal, melainkan harus berharga, bermanfaat dan halal. Sebab mahar bukanlah tujuan utama pernikahan dan nominalnya dapat di sesuaikan dengan kondisi masing-masing pihak.

3. Fenomena mahar uang yang di hias berpotensi hilangkan syarat mahar
Jasa hias mahar pernikahan murah siluet pohon | Shopee Indonesia

Di Indonesia marak terjadi pernikahan dengan mahar unik, yakni uang kertas yang di hias dan di bentuk sedemikian rupa kemudian di bingkai dengan indah. Uniknya lagi, jumlah uang yang di gunakan biasanya di sesuaikan dengan tanggal penting seperti hari pernikahan atau hari-hari spesial lainnya. Fenomena tersebut sebenarnya sah-sah saja, asalkan di perhatikan dengan seksama. Bank Indonesia menegaskan uang yang di hias untuk mahar pernikahan harus tetap dalam kondisi aslinya, tidak boleh di lipat atau di rusak. Selain itu juga tidak boleh menggunakan uang mainan yang mirip uang asli, karena di khawatirkan bisa di gunakan untuk transaksi bila tidak teliti.

Tidak hanya itu, mahar uang yang di hias dan di bingkai juga berpotensi menghilangkan syarat mahar yaitu bermanfaat. Sebab biasanya mahar yang di hias tersebut mementingkan estetika atau nilai keindahan, sehingga tidak bisa di gunakan dan hanya di jadikan pajangan.